Terlupa dan Teringat

14 Apr 2015

Blog yang tertidur selama hampir 5 bulan ini mungkin sekarang berkata, kemana aja lo, bos? lupa gue? Pertanyaan yang jawabannya situasional gue rasa. Tentu tidak lupa ketika sedang menjawab pertanyaan Si Blog, tapi beberapa waktu yang lalu mungkin ada bagian terlupa dan teringat yang terus saling bergantian. Sesekali lupa, sesekali ingat. Karena menurut gue, terlupa dan teringat adalah suatu bentuk ketidaksengajaan, beda dengan melupa dan mengingat. Maka, maafkanlah tuanmu, Blog. Baik, dimaafkan. Kita lanjut.

Oh iya, mengenai hal tadi, gue masih heran dengan mereka yang berkata lupa ketika ingat. Termasuk gue yang kadang juga begitu. Misal dari kostan gue pergi ke kampus lalu di perjalanan tiba-tiba teringat lupa membawa sesuatu, biasanya yang diucap malah, 'oh iya! lupa!' atau 'oh iya! otak ketinggalan di bak mandi!' Eh. Yang jadi pertanyaan, Kenapa yang ditegaskan itu "lupa"-nya?

Skip. 



Hal yang membuat gue kembali menulis di sini lagi pun sebenarnya karena suka kepikiran sesuatu. Beberapa hal yang pernah terpikir tapi tidak ditulis mungkin sekarang sudah berlalu entah kemana dan bagaimana. Mungkin seperti bertemu bersebelahan dengan Dude Harlino di suatu kendaraan umum tapi tidak gue ajak berkenalan. Ada kesempatan mengembangkan pengetahuan dari berkenalan dan bercakap-cakap dengan Dude, tapi tidak terjadi hanya karena gue memilih untuk diam. Seperti seniman juga mungkin; beberapa musisi yang nemu notasi enak ketika tak sengaja bersenandung di tempat umum dan tidak merekamnya ke dalam bentuk apa pun karena overestimate akan bisa ingat lagi nanti, atau beberapa komedian yang nemu premis dan punch-line lucu ketika tak sengaja berpikir di tempat umum dan tidak mencatatnya ke dalam bentuk apa pun karena overestimate juga. Atau, dalam hal yang lebih luas, kadang mungkin sebenarnya kita telah mendapatkan jawaban tentang kehidupan yang selama ini kita pertanyakan tetapi kita tidak bisa menemukannya karena kita tidak dapat mengingat kembali pengalaman hidup kita yang berkaitan dengan pertanyaan kita. Didapat tapi belum ditemukan.

Belakangan ini, mungkin yang gue sedang rasakan seperti itu.

Apa pun yang dipikirkan suatu saat mungkin dapat terpikirkan lagi, terlebih kalau yang dipikirkan itu menyisakan tanya. Masih ada beberapa hal yang mengganggu gue dalam hal seperti ini. Mungkin kamu juga merasakan yang demikian? begitukah? Harapan dalam hal ini mungkin, rekaman. Karena apa pun yang direkam suatu saat masih dapat diputar kembali. Mungkin bisa digunakan untuk menemukan jawaban dari setiap pertanyaan yang ada. Menatap gambar yang telah lalu dan mendengar suara yang telah lalu kadang bisa membuat gue merasa seperti mengunjungi sahabat masa lalu. Pengalaman, kenangan, dan ingatan yang menemani di waktu itu.

Ah, kalau belum sampai di tempat tujuan, lebih baik gue melanjutkannya.
Ada sisa perjalanan yang harus lanjutkan.

Mungkin cuma segitu saja, karena perjalanan masih jauh dan kita tidak bisa menerka apa yang terjadi kedepannya. Jalani saja.. 

15 komentar:

  1. Kenapa harus Dude Herlino? Kenapa nggak Paul Walker atau Michael Jackson aja? :p

    Orang-orang dulu bilang, kalo dalam kondisi seperti itu, perbanyaklah membaca. Tapi membaca hal-hal yang baik dan selalu melakukan hal-hal baik yang sudah menjadi kebiasaan. Nanti juga nggak bakal ada lagi istilah terlupa dan teringat dalam jangka waktu pendek dari keduanya. Katanya sih gitu. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena Paul Walker dan Michael Jackson sudah alm. Makanaya gue milih Dude herlino bang xD

      Jiah... bener juga sih... :D

      Hapus
  2. "...karena perjalanan masih jauh dan kita tidak bisa menerka apa yang terjadi kedepannya" gue demen yang satu ini, Feb :)

    Semangat!!
    *semangatin diri sendiri juga*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. makasi bang.. :))

      Rajin-rajin ye mampir dimari, visitor mulai sepi nih bang *curhet*

      Hapus
  3. iya bener.
    sering banget keinget sesuatu saat diperjalanan

    banyak orang mengalaminya termasuk gue :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi ujung-ujung nya malah lupa begitu aja kan?

      Manusiawi sih sebenarnya..

      Hapus
  4. duh saya juga sering nih kayak gini,kadang lupa terus teringat kembali..hehe

    BalasHapus
  5. Welcome back to the jungle! \:D/

    BalasHapus
  6. Hehe.. Thanks for visiting =D

    BalasHapus
  7. gue juga sering gitu. tetiba dapat inspirasi nulis, gue simpen dulu di otak, tiba saatnya pas harus nulis beneran eeeh malah lupa. sial kan. gue juga masih bingung cara untuk nenggulangin yang satu ini. gue udah coba nulis gambaran umum tulisan gue itu, tapi malah nggak connect juga. kalo mau ditulis lengkap langsung malah nggak enak. gue kalau nulis pengennya kondisinya pas gitu. ada laptop, ada cemilan, lagi santai, baru nulis. banyak maunya gue ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah.. berarti semua orang pernah ngalamin dong ya. :D

      Makanya sebelum nulis, siapin dulu keperluan primernya. Terakhir baru deh nulis dengan konsep yang ada. ;)

      Hapus
  8. Ayooo nulis yg rajin, aku uda nungguin lo kisah2mu..hehe

    BalasHapus