Bodoh VS Pintar atau Pintar VS Bodoh

13 Mei 2014

Postingan kali ini cuma sekedar menambah tulisan di blog aja. Udah baca judul kan? Pernah gak kepikiran tentang kalimat yang di judul? "Bodoh VS Pintar atau Pintar VS Bodoh" Gue cuman membahas perbedaan yang terselubung antara Orang Bodoh dengan Orang Pintar.

Jadi begini, sedikit gue jelas kan. Sebenarnya Pintar atau Bodoh nya seseorang itu tergantung dengan apa yang mereka kerjakan di dunia ini. Bisa di bilang Pintar atau Bodoh itu 2 kata yang bertolak belakang namun Relatif. Nah, Relatif dalam artian. Orang Bodoh itu gak terlalu Bodoh untuk ngerjain hal yang orang Pintar lakuin. Sebaliknya, orang Pintar itu juga gak terlalu Pintar untuk ngerjain hal-hal atau pekerjaan yang orang Bodoh lakuin. Ciee... Pasti kalian Bingung? Hayoo...



Bingung?
Mari di sini gue jelaskan: 
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis...
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Alhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Alhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi
staf-nya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
'meratap-ratap' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Pertanyaan lain untuk kalian :
  • Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh?
  • Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ?
  • Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh?
  • Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh?
Jadi, kesimpulannya :
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah 'resiko' dan 'berusaha',
karena orang bodoh berpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.

Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh...

**

Apakah kalian tidak terlalu Pintar atau kalian memang terlalu Bodoh untuk mencerna isi postingan yang ada di Artikel gue ini ke otak kalian? Makanya Mikir! :lol:

Silahkan di koment dengan hati yang jernih ^^

23 komentar:

  1. Postannya kek mojokkin yg pintar. Orang pintar pasti emg lebih baik drpd yg bodoh. Dan di bumi ini, gaada yg bodoh, cuma malas doang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah.. gitu! Jadih pinter atau bodohnya seseorang dia juga butuh individu yg lain buat bersosialisasi :)

      Hapus
  2. Menurut gue, dalam hidup ini...
    Tuhan menciptakan manusia dalam keadaanya yang sama.
    Nggak ada yang bodoh atau pun pinter, semua sama aja di mata Tuhan.

    Intinya ya saling melengkapi aja, jadilah orang yang baik dan jujur :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus.. keren nih komennya. Saling membutuhkan satu sama lain :)

      Hapus
  3. ini mah diskriminasi terharap org pintar, gue sebagai org pintar tersinggung :ar!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak juga distriminasi sih bro, bisa di artian penjelas bukan diskriminasi. :7

      Hapus
    2. Diskriminasi maksud nya..

      Hapus
    3. iya deh.. intinya didunia ini kita saling membutuhin, baik bodoh atau pinter saling keterkaitan satu sama lain 8-7 *

      Hapus
  4. orang bodoh itu enggak bodoh bg, cuma malas doang. gitu aja sihh sbnarnya 2:-P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gak ada orang yang bodoh di dunia ini. Bodoh karna malas ada, itu pun hanya bodoh dalam satu bidang. Terkecuali orang itu idiot, baru bisa di bilang bodoh karna IQ nya di bawah rata-rata. :-B

      Hapus
  5. jadi bingung milih si bodoh apa si pintar, klo abis baca postingan ini jadi nyesel. ngapain dulu cape2 belajar di sekolah demi mendapatkan kata"pintar"?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha :))
      Pintar atau pun Bodoh seseorang tak jadi masalah, asalkan dia gak merugikan individu yang lain 2:-P

      Hapus
  6. aduh gimana ya? aku pinter atau bodoh sih? temen2 bilang aku pinter, haters bilang aku bodoh :D jadi gimana dongs? jadi orang bodoh yg pinter ajadeh :))

    BalasHapus
  7. Pernah baca nih di Kaskus..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya vin.. Kalimat penjelas memang di ambil dari simber lain ;)
      Makasi ya vin udah mampir :-bd

      Hapus
  8. kalo di suruh milih, gw lebih baik milih jadi org pinter dari pada harus jadi org bodoh :

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya iyalah, semua orang juga ingin pintar kaleeuss ~ =))

      Hapus
  9. Menurut sudut pandang gue, orang bodoh lebih pintar daripada orang pintar tp bodoh, mungkin karena pergaulan mereka sendiri. Orang bodoh cenderung lebih baik pergaulannya ketimbang orang pintar, kenapa? karena orang bodoh punya pemikiran sendiri dan dia ingin sukses dalam waktu dekat, berbeda dgn orang pintar mereka cenderung tertutup dalam pergaulan walaupun tidak semuanya seperti itu B-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah! Ajib nih komentarnya.. Gue setuju. /:) Dan gue juga pernah ngerasain hal yang sama.
      Mereka pinter, tapi mereka gak sepinter apa yang di pikirkan. Paling! Pinternya cuma dalah hal pelajaran dan lain-lain, disisi lain mereka gak terlalu bodoh. Itu sih yg tepatnya. :-B

      Hapus